Solusi & Tips Praktis

Cara Mempercepat Stock Opname dari 3 Hari Menjadi 4 Jam | Leapfactor ERP

Cara Mempercepat Stock Opname dari 3 Hari Menjadi 4 Jam | Leapfactor ERP

PANDUAN PRAKTIS

Cara Mempercepat Stock Opname dari 3 Hari Menjadi 4 Jam

(Selamatkan Akhir Pekan Anda!)

Leapfactor ERP Team  |  Tips & Best Practice Gudang Modern

 

Jumat sore, akhir bulan.

Suasana pabrik yang biasanya sibuk mendadak tegang. Besok hari Sabtu, tapi tidak ada yang bisa libur. Tim gudang, admin, hingga orang finance harus turun ke lapangan.

Misi mereka? Stock Opname.

Selama 3 hari ke depan, produksi berhenti. Berdebu-debu menghitung ribuan barang secara manual. Mencoret-coret kertas. Dan bagian terburuknya? Hari Senin pagi, saat data Excel digabungkan, angkanya tetap selisih!

Jika ini adalah rutinitas bulanan atau tahunan di pabrik Anda, Anda sedang membuang uang dan waktu dalam jumlah yang sangat besar.

Biaya Tersembunyi (Hidden Cost) Stock Opname Manual 3 Hari

Mari kita kalkulasi kerugian nyata yang sering tidak disadari:

       Kehilangan Produksi: 3 hari x Rp 100 Juta omzet harian = Rp 300 Juta menguap.

       Biaya Lembur: 20 karyawan x 24 jam lembur akhir pekan = Puluhan juta rupiah.

       Risiko Human Error: Mata lelah = salah hitung. Data tetap tidak valid meski sudah kerja keras.

Lalu, bagaimana perusahaan manufaktur modern bisa melakukan Stock Opname hanya dalam 4 jam tanpa menghentikan produksi?

Artikel ini akan membongkar 4 rahasia sistematis untuk mempercepat stock opname dan mencapai akurasi inventaris 99%.

 

Rahasia #1 - Tinggalkan Kertas, Beralih ke Input Digital

Ini adalah aturan pertama dan paling absolut. Selama petugas lapangan masih mencatat hasil hitungan di kertas lalu menyerahkannya ke admin untuk diketik ulang ke Excel, stock opname Anda akan selalu lambat dan penuh error.

Kenapa Kertas Itu Bencana?

       Tulisan jelek membunuh akurasi: Angka "1" mirip "7", angka "0" mirip "8". Saat direkap oleh admin, datanya hancur.

       Kerja dua kali: Hitung di lapangan (kertas), lalu ketik ulang ke komputer (Excel). Proses ini membuang 50% waktu ekstra.

       Data baru tersedia keesokan harinya: Jika ada selisih, Anda baru tahu besok pagi. Terlambat untuk langsung cek ulang.

Solusi: Input Langsung dari Lapangan ke Sistem

Dengan Leapfactor ERP, petugas lapangan menghitung jumlah stok per produk, lalu mencatat hasilnya dan menyerahkan ke admin. Admin menginput data tersebut ke Leapfactor ERP sekali saja. Selesai.

Tidak ada rekap ulang ke Excel. Tidak ada file yang harus digabung-gabungkan. Data langsung tersimpan di server dan bisa dilihat secara real-time oleh semua pihak yang berkepentingan.

Alur kerjanya:  Petugas lapangan hitung stok per produk, catat, serahkan ke admin. Admin input ke Leapfactor ERP sekali saja. Data langsung masuk server dan tersedia real-time.

Bonus: Stok Bergerak Otomatis Setelah Itu

Inilah kelebihan nyata ERP dibanding Excel biasa. Setelah data stock opname diinput, sistem langsung bekerja secara otomatis:

       Ada penjualan? Stok produk jadi langsung berkurang otomatis sesuai jumlah yang terjual.

       Ada bahan baku masuk? Begitu purchase order atau good receipt dikonfirmasi, stok bahan baku langsung bertambah di sistem.

       Tidak ada lagi update manual: Admin tidak perlu membuka file Excel dan mengubah angka satu per satu setiap kali ada transaksi.

Inilah yang disebut Perpetual Inventory, yaitu metode pencatatan stok yang selalu up-to-date karena setiap pergerakan barang tercatat otomatis di sistem.

Waktu terpotong hingga 60%. Akurasi naik drastis.

 

Rahasia #2 - Mapping Lokasi yang Disiplin (Sistem Alamat Gudang)

Banyak waktu terbuang saat stock opname bukan untuk menghitung, melainkan untuk mencari di mana barangnya berada.

"Baut ukuran 10mm ini ditaruh di mana ya kemarin?"

"Oh, digeser sama shift malam ke pojokan sana Pak!"

Solusi: Sistem Alamat Gudang (Bin Location)

Gudang Anda harus memiliki sistem alamat seperti jalan raya. Contoh: Zona A, Lorong 2, Rak 3, Level B, dikodekan sebagai A-02-03-B. Setiap lokasi penyimpanan diberi label yang jelas.

       Petugas lapangan tahu persis harus ke mana untuk menghitung barang apa.

       Leapfactor ERP menampilkan daftar lokasi yang perlu dihitung hari ini, terurut sesuai rute terpendek di gudang.

       Tidak ada lagi mondar-mandir. Tidak ada barang yang terlewat.

 

Rahasia #3 - Beralih ke Cycle Counting (Rahasia Terbesar!)

Menghentikan seluruh operasional pabrik untuk menghitung semua barang sekaligus disebut Wall-to-Wall Inventory. Ini adalah metode kuno yang sudah ditinggalkan perusahaan modern.

Apa Itu Cycle Counting?

Daripada menghitung 10.000 barang dalam 3 hari di akhir tahun, Anda menghitung 50 barang setiap hari sepanjang tahun. Produksi tidak berhenti. Tidak ada lembur massal.

Gunakan Analisis ABC untuk menentukan prioritas:

       Barang A (Fast Moving / Paling Mahal): Mewakili 80% nilai uang Anda. Hitung seminggu sekali.

       Barang B (Medium): Hitung sebulan sekali.

       Barang C (Baut, Mur, Dus murah): Hitung 6 bulan sekali.

Hasilnya:  Dengan Cycle Counting harian (hanya 30 sampai 60 menit setiap pagi), akurasi stok Anda selalu terjaga di angka 99%. Saat audit akhir tahun tiba, Anda cukup melakukan pengecekan acak (sampling) dan selesai dalam 4 jam!

 

Rahasia #4 - Rekonsiliasi Instan dengan Blind Count System

Pada cara manual, jika petugas menghitung ada 100 pcs tapi di catatan seharusnya ada 120 pcs, apa yang terjadi? Petugas seringkali menyesuaikan tulisan di kertasnya agar angkanya pas supaya tidak dimarahi. Inilah yang disebut manipulasi data.

Solusi: Blind Count Digital

       Saat petugas lapangan membuka formulir input di aplikasi, angka stok yang ada di sistem TIDAK ditampilkan.

       Aplikasi hanya menampilkan instruksi: "Hitung dan masukkan jumlah barang di Lokasi A-02".

       Jika angka yang diinput petugas berbeda dari data sistem, notifikasi selisih muncul otomatis di dasbor admin saat itu juga. Admin bisa langsung minta petugas untuk hitung ulang, tanpa menunggu sampai besok pagi.

Celah manipulasi: hampir nol.

 

Tabel Perbandingan: Manual vs Digital Stock Opname

Cara Mempercepat Stock Opname dari 3 Hari Menjadi 4 Jam | Leapfactor ERP - 17721935180.webp

Angka di atas berdasarkan rata-rata industri manufaktur skala menengah.

 

Kesimpulan: Jangan Biarkan Uang Anda Menguap di Gudang

Stock opname bukanlah sekadar kegiatan administratif. Ini adalah proses audit uang Anda yang diwujudkan dalam bentuk barang. Jika datanya lambat dan tidak akurat, Anda berisiko mengalami kebocoran finansial: dead stock, kehilangan aset, atau over-purchasing.

Mengubah stock opname dari 3 hari menjadi 4 jam bukanlah sihir. Ini adalah hasil dari dua hal:

       Kedisiplinan layout gudang (bin location & Analisis ABC).

       Sistem ERP terintegrasi yang memungkinkan petugas lapangan input data langsung dari lantai gudang, sehingga admin tidak perlu rekap ulang sama sekali.

 

Siap Menyelamatkan Akhir Pekan Anda?

Jangan lagi mengorbankan waktu produksi berharga untuk menghitung barang secara manual.

Leapfactor ERP hadir dengan Modul Manufaktur terintegrasi yang mencakup:

       Input stok langsung dari lapangan via aplikasi, tanpa rekap ulang oleh admin

       Cycle Counting otomatis berbasis Analisis ABC

       Rekonsiliasi real-time dan Blind Count System

       Kontrol produksi, BOM, dan perencanaan bahan baku dalam satu platform

Satu sistem ERP untuk seluruh operasional pabrik Anda.

 Jadwalkan Demo Leapfactor ERP Sekarang  -  www.leapfactor.id 

Artikel yang mungkin Anda suka

Whatsapp Us