Teknologi

MES & ERP: Kinerja Produksi Maksimal

MES & ERP: Kinerja Produksi Maksimal

Digitalisasi adalah hal yang wajib dilakukan bagi para pelaku industri manufaktur, dengan menerapkan sistem digitalisasi para pelaku industri dapat  membantu meningkatkan penjadwalan, otomatisasi, dan pemantauan dari area produksi. Tidak terkecuali dengan adata stok bahan baku dan barang jadi hingga pelaporan ke pihak manajemen. Ada beberapa sistem yang digunakan untuk membantu hal ini salah duanya adalah MES dan ERP. Lalu, apa perbedaan yang membuat pelaku industri manufaktur harus paham antara MES dan ERP?

 

Mengintegrasikan MES dan ERP

Di bidang manufaktur, sistem MES dan ERP masing-masing menghadirkan sesuatu yang berbeda. Seringkali, ERP untuk manufaktur bertindak sebagai lapisan teratas untuk menangani pesanan dan inventaris. Sedangkan MES berfokus pada operasi waktu nyata di area produksi. Namun, ada beberapa area di mana sistem MES dan ERP berkoordinasi bersama untuk memberikan informasi yang lebih baik tentang operasi manufaktur dibandingkan dengan sistem ini secara terpisah.

Dengan integrasi MES dan ERP secara bersama, sistem MES Anda akan membantu dalam mengirimkan data ke sistem ERP. Data ini berisi informasi seperti nomor bagian, jumlah bahan serta informasi pengiriman. Informasi ini disampaikan melalui database bersama atau komunikasi HTTP antara kedua sistem. Ini membantu tim manajemen pabrik melacak apa yang terjadi dalam tingkat operasional untuk melihat apakah perubahan perlu dilakukan untuk menghilangkan hal yang kurang maksimal untuk meningkatkan kinerja produksi di pabrik tersebut.

Meskipun Anda dapat menggunakan solusi MES atau ERP secara terpisah, kami sarankan agar keduanya dapat dipakai secara bersamaan atau saling terintegrasi untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Tidak diragukan lagi, integrasi MES dan ERP memberikan informasi operasional yang lebih lengkap untuk tim manajemen, dengan kemudahan ini manajemen akan lebih fokus untuk menyesuaikan kinerja di area pabrik secara keseluruhan.

Artikel yang mungkin Anda suka
Smart Factory Platform: Mewujudkan otomasi Produksi

Teknologi

Smart Factory Platform: Mewujudkan otomasi Produksi

Pada zaman digitalisasi ini banyak istilah yang terdengar terutama di Industri Manufaktur, salah satunya adalah Smart Factory. Tapi apakah Smart Factory itu? Smart Factory adalah konsep untuk memanfaatkan teknologi otomasi dan komunikasi untuk meningkatkan proses produksi. Tapi untuk mengatur konsep tersebut dibutuhkan Smart Factory Platfom. Smart Factory Platfom ini untuk menghubungkan system,alat produksi manufaktur dan berbagai sensor agar membuat produksi menjadi mudah dan terkoneksi.Terus keuntungan smart factory platform ini apa sih?Beberapa keuntungan menggunakan Smart Factory Platform adalah:Mengoptimalkan Proses Produksi: dengan Smart Factory, perusahaan manufaktur dapat memantau, mengelola dan menganalisis proses produksi secara real-time dari data yang dikumpulkan oleh mesin dan sensor untuk pengingkatan efisiensi.Cost Friendly: Karena Smart Factory mengutamakan efisiensi kerja atau mengoptimalkan produksi, sehingga dapat mengurangi biaya tenaga kerja dan mengurangi biaya produksi.Meningkatkan kualitas produksi: karena keakuratan produksi melalui analisis data secara real-time, sehingga kualitas produksi akan meningkat.Fleksibilitas Produksi: dengan Smart Factory Platform, perusahaan manufaktur dapat menyesuaikan permintaan pasar dan lebih responsif dengan keadaan operational.Bagaimana cara implementasinya?Cara untuk implementasinya dengan:Menghubungkan dan membuat integrasi: Yaitu dengan mengintegrasikan sensor, mesin manufaktur dan software Manufaktur (MES atau ERP)Menganalisis data: analisis menggunakan big data analytic dan machine learning. Untuk mengidentifikasi, memprediksi dan meningkatkan proses produksiMembuat keamanan dan privasi perusahaan: Data yang sudah terkumpul dilindungi dengan protocol, mengikuti standar yang berlakuDengan Smart Factory Platform ini teknologi seperti Internet of Things (IoT), Atificial Intellegence (AI) dan otomasi, maka industri atau perusahaan manufaktur akan terus berkembang dan berinovasi. Solusi ini memungkinkan suatu Insudtri atau perusahaan manufaktur berubah menjadi Smart Factory. Terus bagaimana caranya perusahaan anda dapat menjadi Smart factory ini dan mempunyai Smart Factory Platform? Hubungi kami untuk konsultasikan digitalisasi manufaktur anda! Klik disini untuk konsultasi

Pelajari Selengkapnya

Rizkar Maulana Andin

10 Jul 2023

Remote Sensing untuk Industri Berbasis Air

Teknologi

Remote Sensing untuk Industri Berbasis Air

Dalam era industri yang berkembang pesat, pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting. Industri yang bergantung pada air, seperti pertanian, perikanan, pengolahan makanan, dan pembangkit listrik, perlu mempertahankan efisiensi dan keberlanjutan dalam penggunaan dan pengelolaan sumber daya air. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana teknologi remote sensing dapat digunakan dalam industri berbasis air untuk meningkatkan pengawasan,pengukuran, dan pengelolaan yang lebih baik. Pengawasan Kualitas Air: Dengan remote sensing, dapat dilakukan pemantauan dan pengawasan kualitas air secara akurat dan real-time. Sensor yang dipasang pada pesawat atau satelit dapat mengumpulkan data tentang kualitas air, seperti tingkat kekeruhan, suhu, konsentrasi nutrien, dan polutan. Informasi ini memungkinkan para pengelola industri untuk mengidentifikasi perubahan atau pencemaran yang dapat mempengaruhi kualitas air, sehingga dapat diambil tindakan yang cepat dan tepat. Pemetaan Sumber Daya Air: Teknologi remote sensing juga memungkinkan pemetaan yang lebih baik tentang sumber daya air, seperti sungai, danau, atau reservoir. Dengan menggunakan citra satelit atau pesawat terbang, dapat dilakukan pemetaan spasial yang detail tentang distribusi air, aliran, dan perubahan tata guna lahan sekitarnya. Informasi ini berguna dalam perencanaan penggunaan lahan, penentuan potensi banjir, dan manajemen wilayah sungai secara efektif. Prediksi Ketersediaan Air: Melalui analisis data dari remote sensing, dapat dilakukan prediksi ketersediaan air di masa depan. Informasi tentang curah hujan, tutupan awan,evapotranspirasi, dan kondisi hidrologi dapat digunakan untuk memperkirakan pasokan air di daerah tertentu. Hal ini membantu industri berbasis air dalam perencanaan produksi, pengelolaan pasokan air, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Pengukuran Efisiensi Penggunaan Air:Dengan menggunakan teknologi remote sensing, dapat dilakukan pengukuran efisiensi penggunaan air dalam industri. Data tentang penggunaan air,seperti irigasi pertanian, pengolahan industri, atau konsumsi domestik,dapat dikumpulkan dan dianalisis. Informasi ini memungkinkan identifikasi area yang membutuhkan perbaikan efisiensi, pengelolaan air yang lebih cerdas, dan pengurangan limbah air. Keberlanjutan dan Pengelolaan Risiko:Penerapan remote sensing dalam industri berbasis air juga membantu dalam pengelolaan risiko dan keberlanjutan. Informasi yang diperoleh dari pemantauan air secara kontinu memungkinkan identifikasi dini terhadap perubahan yang tidak diinginkan, seperti penurunan kualitas air atau peningkatan risiko banjir. Dengan adanya data ini, langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan memastikan kelangsungan operasional industri. Kesimpulan:Remote sensing memberikan solusi yang efektif untuk industri berbasis air dalam mengoptimalkan penggunaan dan pengelolaan sumber daya air. Dengan memanfaatkan teknologi ini, industri dapat meningkatkan pengawasan kualitas air, pemetaan sumber daya air, prediksi ketersediaan air, pengukuran efisiensi penggunaan air, serta meningkatkan keberlanjutan dan pengelolaan risiko. Penggunaan remote sensing dalam industri berbasis air merupakan langkah penting dalam mencapai penggunaan sumber daya air yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta menjaga keberlanjutan industri jangka panjang.

Pelajari Selengkapnya

Rizkar Maulana Andin

26 Jun 2023

Peran Digitalisasi Pabrik dalam Mendorong Kaizen

Teknologi

Peran Digitalisasi Pabrik dalam Mendorong Kaizen

Dalam era Industri 4.0, upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi merupakan prioritas utama bagi setiap pabrik. Salah satu pendekatan yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja produksi adalah konsep Kaizen, yang berasal dari Jepang dan secara harfiah berarti "perbaikan terus-menerus" atau “Continuous Improvement” dalam Bahasa Inggris. Namun, tantangan dalam menerapkan Kaizen terletak pada kemampuan untuk secara efektif memantau dan mencatat hasil produksi secara akurat.Pabrik-pabrik sering menghadapi berbagai masalah terkait dengan pencatatan manual dan kurangnya sistem monitoring terintegrasi. Permasalahan tersebut dapat mencakup ketidakmampuan untuk melakukan pengambilan keputusan secara cepat karena kurang tepatnya data pencatatan produksi, kesulitan dalam mengidentifikasi penyebab kerusakan mesin, dan kurangnya transparansi dalam proses produksi secara keseluruhan.Digitalisasi berperan penting dalam memfasilitasi penerapan prinsip Kaizen dengan lebih efektif. Akan tetapi, terdapat beberapa permasalahan terkait implementasi Kaizen di pabrik : 1. Pencatatan Manual yang Rentan terhadap Kesalahan : Pencatatan hasil produksi secara manual rentan terhadap kesalahan dan manipulasi data, yang dapat mengakibatkan ketidakakuratan informasi yang diperlukan untuk analisis dan perbaikan proses.2. Kesulitan dalam Identifikasi Tren dan Pola: Tanpa sistem terintegrasi, pabrik menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi tren atau pola yang mungkin mengindikasikan kebutuhan akan perbaikan atau penyesuaian proses produksi.3. Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan Berbasis Data : Tanpa akses yang tepat ke data yang akurat dan terkini, manajer produksi kesulitan dalam membuat keputusan yang didasarkan pada bukti-bukti empiris.4. Keterbatasan Monitoring Real-Time: Banyak pabrik masih mengandalkan metode manual dalam memantau proses produksi. Hal ini mengakibatkan keterlambatan dalam mendeteksi masalah potensial dan merespon perubahan yang cepat dalam permintaan pasar.5. Ketidakmampuan untuk Mengukur Kinerja secara Akurat : Pabrik sering kali menghadapi kesulitan dalam mengevaluasi kinerja produksi secara holistik, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk melakukan perbaikan terus-menerus. Digitalisasi menawarkan solusi potensial untuk sebagian besar tantangan yang dihadapi pabrik dalam menerapkan prinsip Kaizen. Dengan menggunakan teknologi informasi dan sistem yang terintegrasi, pabrik dapat mencapai tingkat efisiensi dan kualitas yang lebih tinggi dalam proses produksi. Berikut adalah beberapa cara di mana digitalisasi dapat mendukung implementasi Kaizen :1. Sistem Monitoring Realtime : Digitalisasi memungkinkan pabrik untuk mengimplementasikan sistem monitoring real-time yang memantau setiap aspek produksi secara kontinu. Sensor IoT (Internet of Things) dan perangkat cerdas dapat memberikan data secara langsung dari mesin dan proses produksi.2. Pencatatan Produksi secara Otomatis : Dengan menggunakan sistem digital, pencatatan hasil produksi dapat dilakukan secara otomatis. Hal ini mengurangi risiko kesalahan manusia dan memastikan integritas data yang lebih tinggi.3. Analisis Data Lanjutan : Digitalisasi memungkinkan pabrik untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data produksi secara komprehensif. Analisis data yang canggih memungkinkan pabrik untuk mengidentifikasi tren, pola, dan anomali yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.4. Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Dengan akses yang lebih baik ke data produksi, manajer dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif. Hal ini memungkinkan pabrik untuk merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan efisien.5. Pemantauan Kinerja KPI (Key Performance Indicators) bisa redirect ke EMS: Digitalisasi memungkinkan pabrik untuk mengukur kinerja produksi secara akurat dengan memantau KPI yang relevan. Hal ini memungkinkan evaluasi yang lebih baik terhadap efektivitas strategi Kaizen yang diterapkan.KesimpulanDengan mengintegrasikan Kaizen dengan digitalisasi, pabrik dapat mencapai tingkat efisiensi dan kualitas produksi yang lebih tinggi. Dengan demikian, pabrik dapat tetap kompetitif dalam pasar yang terus berubah dan menjamin keberlanjutan operasional jangka panjang.

Pelajari Selengkapnya

Bachrizal Muqorobin

14 Mar 2024

Defect Rate Manufaktur: Pengertian, Penyebab, Mengurangi

Teknologi

Defect Rate Manufaktur: Pengertian, Penyebab, Mengurangi

Defect rate adalah salah satu parameter penting dalam industri manufaktur. Defect rate atau tingkat cacat merujuk pada jumlah produk yang tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan. Semakin tinggi defect rate, semakin besar kemungkinan produk tidak dapat dijual atau harus dijual dengan harga diskon yang rendah. Hal ini tentunya berdampak pada keuntungan dan reputasi perusahaan. Pengertian Defect Rate Defect rate atau tingkat cacat merupakan ukuran persentase produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan dalam periode tertentu. Defect rate biasanya dihitung berdasarkan total jumlah produk yang diproduksi dan jumlah produk yang tidak memenuhi standar kualitas. Penyebab Defect Rate yang Tinggi Tingkat defect rate yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor,termasuk:Ketidakmampuan mesin atau peralatan: Mesin yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan produk cacat. Kurangnya pelatihan karyawan: Karyawan yang tidak terampil atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang proses produksi dapat menyebabkan produk cacat. Bahan baku yang buruk: Bahan baku yang tidak memenuhi standar kualitas dapat menyebabkan produk cacat. Kurangnya pengawasan kualitas: Pengawasan kualitas yang buruk atau tidak memadai dapat menyebabkan produk cacat. Desain yang buruk: Desain yang buruk atau tidak mempertimbangkan proses produksi dapat menyebabkan produk cacat. Cara Mengurangi Defect Rate Tingkat defect rate yang rendah sangat penting untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan dan meminimalkan kerugian bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi defect rate:Meningkatkan pelatihan karyawan: Pelatihan karyawan yang baik dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam proses produksi dan mengurangi jumlah produk cacat. Memperbarui mesin dan peralatan: Memperbarui atau mengganti mesin dan peralatan yang usang atau rusak dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi jumlah produk cacat. Menjalin hubungan dengan pemasok bahan baku yang andal: Memastikan bahwa bahan baku memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dapat mengurangi jumlah produk cacat. Memperbaiki proses produksi: Meninjau kembali dan memperbaiki proses produksi dapat membantu mengurangi jumlah produk cacat dan meningkatkan efisiensi. Meningkatkan pengawasan kualitas: Menjaga pengawasan kualitas yang ketat selama seluruh proses produksi dapat membantu mengurangi jumlah produk cacat. Contoh metode untuk mengurangi defect rate antara lain adalah Six Sigma,Total Quality Management (TQM), dan Statistical Process Control (SPC). Metode-metode ini melibatkan pengumpulan data, analisis data, dan pengambilan tindakan yang tepat untuk mengurangi jumlah produk cacat dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan memperhatikan faktor-faktor penyebab defect rate yang tinggi dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya, perusahaan dapat memperbaiki efisiensi produksi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini dapat berdampak positif pada keuntungan dan reputasi perusahaan, serta memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat terhadap produk dengan kualitas yang lebih baik.Baca juga: PERAN PENTING ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR: MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, KUALITAS, DAN EFISIENSI OPERASIONAL

Pelajari Selengkapnya

Rizkar Maulana Andin

17 Apr 2023

Internet of Things (IoT) di Bidang Industri

Teknologi

Internet of Things (IoT) di Bidang Industri

Pernakah Anda mendengar istilah IoT? IoT adalah singkatan dari Internet of Things, istilah tersebut semakin banyak didengar setelah Revolusi Industri 4.0 digaungkan oleh pemerintah. Di dalam Revolusi Industri 4.0 ini adalah penerapan IoT di berbagai bidang tanpa terkecuali di bidang industri.Pertumbuhan Internet of Things (IoT) dengan cepat membentuk dunia yang lebih canggih. Perangkat pintar, koneksi internet, dan analitik data bertanggung jawab atas kemajuan revolusioner dalam bidang perdagangan, pertanian, maupun industri.Teknologi IoT telah memainkan peran penting dalam Industri, memberikan tingkat efisiensi operasional dan ketersediaan sumber daya yang tak terbayangkan.Dalam bidang industri, teknologi IoT didefinisikan sebagai jaringan perangkat, mesin,dan sensor yang terhubung satu sama lain dan ke Internet, dengan tujuan mengumpulkan data dan menganalisisnya untuk menerapkan informasi dalam perbaikan proses yang berkelanjutan. Ada banyak aplikasi Industrial IoT di luar sana, dan mereka telah mendorong semakin banyak perusahaan untuk terlibat dalam paradigma baru ini untuk meningkatkan produktivitas mereka dan mengoptimalkan pengeluaran dan keuntungan mereka.Meskipun ini merupakan tren global, dalam kasus sektor industri, pemilik bisnis perlu menyadari penerapan teknologi IoT untuk menghasilkan proses yang tetap relevan di tahun-tahun mendatang. Contoh Tren Penerapan Internet of Things dibidang Industri1. Manajemen dan pemantauan peralatan otomatis dan jarak jauhTeknologi IoT dalam penerapannya di bidang industri yang paling utama terkait dengan manajemen peralatan otomatis. Ini memungkinkan sistem terpusat untuk mengontrol dan memantau semua proses perusahaan.Karena kemampuan untuk mengontrol peralatan dari jarak jauh melalui mesin dan perangkat lunak digital, bukan tidak mungkin pemilik bisnis akan dapat mengontrol beberapa pabrik yang terletak di lokasi berbeda.Ini memberi perusahaan kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengawasi kemajuan produksi mereka secara real-time, sekaligus dapat menganalisis data historis yang diperoleh sehubungan dengan proses produksi perusahaan. Pengumpulan dan penggunaan data tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung peningkatan proses dan menghasilkan lingkungan di mana keputusan berbasis informasi menjadi prioritas. 2. Pemeliharaan prediktifMenggunakan teknologi IoT dalam bidang industri memungkinkan pemilik untuk mengantisipasi mesin yang bermasalah dan harus diganti segera. Sebab, teknologi IoT bekerja melalui sensor yang setelah dipasang pada mesin dan platform operasi, dapat mengirimkan peringatan ketika faktor risiko tertentu muncul. Misalnya,sensor yang memantau robot atau mesin mengirimkan data ke platform, yang menganalisis data yang diterima secara real-time dan menerapkan algoritma canggih yang dapat mengeluarkan peringatan terkait suhu tinggi atau getaran yang melebihi parameter normal.3. Implementasi perbaikan yang lebih cepatTeknologi IoT dan perangkatnya menghasilkan informasi berharga sehingga mereka yang bertanggung jawab untuk meningkatkan proses dalam model bisnis industri (insinyur proses, kualitas atau manufaktur) dapat mengakses data dan menganalisisnya lebih cepat dan otomatis, dan dari jarak jauh melakukan penyesuaian proses yang diperlukan. Ini juga meningkatkan kecepatan di mana perubahan dan peningkatan diterapkan dalam Operational Intelligence dan Business Intelligence, perubahan yang sudah menawarkan keunggulan kompetitif bagi banyak sekali bisnis industri.4. Kontrol kualitasKemampun teknologi IoT lain yang tak kalah penting adalah kemampuan untuk memantau kualitas produk manufaktur pada setiap tahap, mulai dari bahan mentah yang digunakan dalam proses, hingga cara pengangkutannya (melalui aplikasi pelacakan cerdas), hingga ke reaksi pelanggan setelah produk diterima.Informasi ini sangat penting ketika ingin meningkatkan efisiensi perusahaan dan menerapkan perubahan yang diperlukan jika kegagalan terdeteksi. Tujuannya,tentu untuk mengoptimalkan proses dan segera mendeteksi masalah dalam rantai produksi. Juga telah dibuktikan bahwa penting untuk mencegah risiko di industri yang lebih rumit, seperti farmasi atau makanan.5. Meningkatkan keamanan dan produktivitasMesin yang merupakan bagian dari teknologi IoT dapat menghasilkan data waktu nyata terkait situasi di pabrik. Melalui pemantauan kerusakan peralatan, kualitas udara pabrik, dan frekuensi penyakit di suatu perusahaan. Maka dari itu,skenario berbahaya yang mengancam pekerja dapat dihindari .Ini tidak hanya meningkatkan keselamatan perusahaan secara keseluruhan, tetapi juga produktivitas dan motivasi kerja karyawan. Selain itu, biaya ekonomi dan reputasi yang diakibatkan oleh manajemen keselamatan perusahaan yang buruk dapat diminimalisir.Itulah contoh dan pemaparan penerapan IoT di bidang industri yang dapat diterapkan di tempat Anda. Ingin mengetahui lebih lanjut penerapan IoT di bidang industri? Hubungi konsultan kami dan kami siap membantu menerapakan IoT di pabrik Anda dengan cara yang praktis dan hemat biaya!

Pelajari Selengkapnya

Adnan Fauzi

20 Sep 2022

Dampak Revolusi Industri 4.0 Membuat Takut Mayoritas Pekerja

Teknologi

Dampak Revolusi Industri 4.0 Membuat Takut Mayoritas Pekerja

Berbicara tentang revolusi industri 4.0 mungkin adalah hal yang menakutkan untuk dibicarakan di lingkungan pekerja. Kenapa menakutkan?Para pekerja selalu mengira akan digantikan kinerjanya oleh perkembangan teknologi ini. Persepsi ini selalu muncul apabila berbicara revolusi industri 4.0 ini di kalangan para pekerja. Selain itu tuntutan perusahaan yang menginginkan mengikuti perubahan era ini semakin membuat rasa takut akan adanya pengurangan pekerja. Tuntutan perusahaan yang menghindari adanya human eror di lingkungan kerja juga menjadi alasan perusahaan dituntut untuk bisa mengikuti era baru ini dengan mengupgrade tekonologi yang ada salah satunya. Human eror adalah mimpi buruk semua perusahaan dalam keseharian produksinya. Bukan hanya rugi dalam biaya tapi juga waktu, karena bisa berdampak banyak dari kesalahan tersebut.  Di lain hal untuk mengikuti era baru ini para pekerja tidak diberikan edukasi yang cukup dan memadai agar bisa berkolaborasi dengan teknologi itu sendiri. Alasan dari kebanyakan perusahaan ialah tidak cukup waktu untuk sekedar memberikan edukasi tersebut kepada pekerja dan takut akan berdampak kepada produksi perusahaan yang cukup signifikan. Berbicara demikian sudah klasik di kalangan para pekerja maupun kalangan pengusaha akan kecemasan tersebut. Dalam faktanya revolusi industri 4.0 ini dapat berkolaborasi secara bersama-sama antara pekerja yang telah bekerja dan teknologi yang dapat menunjang keseharian produksi perusahaan. Dengan majunya teknologi ini akan berdampak dengan tenaga pekerja yang lebih berkualitas dengan melek teknologi dan juga akan berdampak terhadap hasil produksi yang  lebih berkualitas dan proses produksi yang lebih menghemat waktu.  Dengan itu opini yang bermunculan kepermukaan akan berdampak pengurangan pegawai dapat dibantah. Banyak perusahaan atau di kalangan pekerja yang mengira ketika Revolusi Industri 4.0 ini ada semua proses produksi akan digantikan oleh robot atau teknologi tapi fakta di lapangan tidak semua akan digantikan oleh teknologi tapi tetap membutuhkan tenaga pekerja untuk saling berkolaborasi dengan tekonlogi yang semakin berkembang. Lalu, masih takut untuk menghadapi era baru ini? 

Pelajari Selengkapnya

Adnan Fauzi

10 Jan 2022

Whatsapp Us