Preventive Maintenance Adalah: Cara Mengurangi Breakdown 70% (Hemat Ratusan Juta per Tahun)
"Mesin breakdown lagi! Padahal order lagi numpuk!"
Produksi stop. Operator menganggur. Teknisi panik mencari spare part. Dan Anda harus bayar biaya lembur mahal.
Terdengar familiar?
Kebanyakan pabrik masih terjebak dalam Reactive Maintenance: "Kalau belum rusak, ngapain diservis?"
Tapi tahukah Anda berapa Biaya Riil dari satu kali breakdown?
- Spare part darurat (beli dadakan harganya mahal): Rp 8 Juta.
- Lembur teknisi (malam/minggu): Rp 2 Juta.
- Kerugian stop produksi (8 jam): Rp 4 Juta.
- Total Kerugian: Rp 14 Juta per kejadian.
Jika mesin Anda rusak 2x sebulan, artinya Anda membuang Rp 336 Juta per tahun hanya untuk perbaikan darurat.
Kabar baiknya: Preventive Maintenance bisa mengurangi breakdown hingga 70%.
Artikel ini akan membahas tuntas apa itu Preventive Maintenance, bedanya dengan Reactive, cara membuat jadwal PM, dan simulasi penghematan biaya yang bisa Anda dapatkan.
Baca Juga: Downtime Mesin Adalah: Pengertian, Penyebab & Cara Mengurangi
Apa Itu Preventive Maintenance? (Definisi Sederhana)
Preventive Maintenance (PM) adalah strategi perawatan mesin terjadwal yang dilakukan secara rutin sebelum kerusakan terjadi, dengan tujuan memperpanjang umur mesin dan mencegah breakdown mendadak.
Analogi Sederhana:
- Preventive: Mengganti oli mobil setiap 5.000 km (Terjadwal, murah, mesin awet).
- Reactive: Menunggu mesin mobil overheat dan berasap baru dibawa ke bengkel (Mendadak, mahal, mesin rusak parah).
Prinsip utamanya adalah: "Mencegah lebih murah daripada mengobati."
Aktivitas utama dalam PM meliputi:
- Inspeksi: Cek visual, suara, dan getaran.
- Pembersihan: Membersihkan debu dan kotoran yang bisa menyumbat sensor.
- Pelumasan: Memberi grease/oli pada bagian bergerak.
- Penggantian Part: Mengganti seal, belt, atau filter sesuai jadwal umur pakainya.
Perbandingan: Reactive vs Preventive vs Predictive
Mana strategi yang paling tepat untuk pabrik Anda? Mari kita bandingkan.
Aspek | Reactive (Run-to-Fail) | Preventive (Terjadwal) | Predictive (Kondisi) |
Filosofi | "Perbaiki saat rusak" | "Perbaiki sesuai jadwal" | "Perbaiki saat ada gejala" |
Biaya Perbaikan | Sangat Mahal (Darurat) | Murah (Terencana) | Paling Murah (Optimal) |
Downtime | Tidak Terencana (Mengganggu Produksi) | Terencana (Saat libur/shift sepi) | Terencana & Minimal |
Resiko Alat | Mesin hancur parah | Mesin terawat | Mesin sangat terawat |
Teknologi | Tidak butuh | Excel / Software CMMS | Sensor IoT Canggih |
Rekomendasi:
- Gunakan Reactive hanya untuk alat murah (contoh: lampu bohlam).
- Gunakan Preventive untuk 80% mesin produksi Anda.
- Gunakan Predictive untuk mesin yang sangat kritis dan mahal (karena butuh investasi sensor).
5 Manfaat Utama Preventive Maintenance
Mengapa Anda harus repot-repot membuat jadwal servis?
- Mengurangi Breakdown 60-80%: Mesin yang rutin diservis jarang "ngadat" tiba-tiba. Produksi jadi lancar.
- Hemat Biaya 3-5x Lipat: Membeli spare part secara terencana jauh lebih murah daripada beli dadakan (pengiriman ekspres).
- Umur Mesin Lebih Panjang: Mesin seharga Rp 500 Juta bisa bertahan 15 tahun (jika dirawat), bukan cuma 8 tahun (jika dipaksa jalan terus).
- Keamanan Kerja (Safety): Mencegah kecelakaan kerja akibat mesin meledak, konslet, atau belt putus tiba-tiba.
- Budget Terprediksi: Anda tahu persis berapa biaya maintenance bulan depan, tidak ada kejutan biaya perbaikan besar yang bikin pusing bagian Keuangan.
Baca Juga: Tanpa Beli Mesin Baru: Cara Hemat 50% Biaya Maintenance dengan Sensor Getaran
Cara Membuat Jadwal Preventive Maintenance (Step-by-Step)
Bingung mulai dari mana? Ikuti 4 langkah ini:
Langkah 1: Buat Daftar Aset (Asset Register)
Catat semua mesin yang Anda punya. Tentukan mana yang KRITIS (jika rusak, produksi stop total) dan mana yang tidak. Fokuskan PM pada mesin kritis dulu.
Langkah 2: Tentukan Tugas PM (Checklist)
Jangan cuma tulis "Cek Mesin". Buatlah detail.
- Contoh untuk Mesin Injection: Cek level oli hidrolik, bersihkan hopper, cek suhu heater, beri grease pada clamping unit.
Langkah 3: Tentukan Frekuensi (Kapan?)
- Time-Based: Setiap 1 bulan sekali, atau setiap hari Senin.
- Usage-Based: Setiap 500 jam operasi (lihat hour meter mesin).
Langkah 4: Eksekusi & Disiplin
Jadwal yang bagus tidak ada gunanya kalau tidak dikerjakan. Pastikan teknisi mengisi checklist dan supervisor memvalidasinya.
Simulasi Biaya: Reactive vs Preventive (Mari Berhitung)
Agar Anda yakin, mari kita lakukan simulasi perhitungan riil pada satu mesin produksi (misalnya: Mesin Injection Molding 150 Ton) dalam satu tahun.
Skenario 1: Reactive Maintenance (Tunggu Rusak)
- Frekuensi Kerusakan: Rata-rata 1,5 bulan sekali (18 kali/tahun).
- Biaya per Kejadian: Rp 12 Juta (Sparepart darurat + Lembur + Stop Produksi).
- Total Biaya Setahun: 18 x Rp 12 Juta = Rp 216 Juta.
Skenario 2: Preventive Maintenance (Terjadwal)
- Aktivitas: Servis ringan mingguan + Servis besar bulanan.
- Biaya PM: Rp 4,5 Juta per bulan (Ganti oli rutin, filter, & jasa teknisi).
- Sisa Kerusakan: Mesin mungkin masih rusak, tapi turun drastis jadi 2 kali/tahun.
- Total Biaya Setahun: (12 x Rp 4,5 Juta) + (2 x Rp 12 Juta) = Rp 78 Juta.
Kesimpulan Penghematan:
Biaya Reactive (Rp 216 Juta) - Biaya Preventive (Rp 78 Juta) = HEMAT Rp 138 Juta per tahun.
Itu baru dari satu mesin. Bagaimana jika Anda punya 10 mesin? Potensi penghematannya mencapai miliaran Rupiah.
Manual vs Digital: Mengapa Excel Gagal?
Banyak pabrik mencoba PM pakai Excel atau papan tulis, tapi gagal. Kenapa?
- Lupa: Admin lupa mengingatkan teknisi jadwal servis.
- Kertas Hilang:Checklist yang sudah diisi teknisi hilang atau kotor kena oli.
- Data Palsu: Teknisi main centang "OK" semua padahal tidak dicek (karena tidak ada bukti foto).
Solusinya? Digitalisasi Maintenance (CMMS).
Dengan sistem Leapfactor, jadwal PM ada di aplikasi HP/Tablet:
- â Auto-Reminder: Notifikasi otomatis ke HP teknisi saat waktunya servis.
- â Wajib Foto: Teknisi tidak bisa submit laporan kalau belum upload foto bukti kondisi mesin.
- â Riwayat Lengkap: Anda bisa lihat sejarah kerusakan mesin dengan satu klik.
Baca Juga: CMMS: Solusi Ampuh untuk Pemeliharaan Modern yang Sukses
Mulai Cegah Kerusakan Mesin Hari Ini
Menunggu mesin rusak itu mahal. Merawatnya itu investasi.
Jangan biarkan jadwal maintenance Anda hanya berakhir di kertas yang hilang. Mulai beralih ke sistem digital yang rapi, terukur, dan anti-lupa.
Ingin lihat bagaimana sistem Leapfactor membantu teknisi Anda bekerja lebih disiplin?

![Integrasi Lean Manufacturing & Industri 4.0 Indonesia [2025]](/uploaded/1762229188.webp)


