Whatsapp Logo Contact Us On Whatsapp

Supply Chain Management : Peran Utama Dalam Rantai Produksi

21 Oct 2022

99

Adnan Fauzi

SCM
supply chain management
Manajemen Produksi

Ketika bekerja atau mempunyai bisnis di perusahaan manufaktur dan yang terpenting memproduksi barang, Anda perlu mengetahui apa itu supply chain management (SCM) dan mengapa hal tersebut adalah cara paling efektif untuk menjalankan bisnis.

Supply chain adalah semacam rantai yang menghubungkan perusahaan dengan supplier baik itu material, logistik, barang jadi dan lainnya.

Yuk, simak lebih lanjut pengertian SCM lebih detail!

Apa Itu Supply Chain Management (SCM)?


Supply chain management (SCM) adalah pengelolaan alur produksi barang maupun jasa yang dimulai dari bahan dasar sampai pengiriman produk akhir ke pelanggan.

Perusahaan biasanya menjalankan pengelolaan ini dengan membuat ‘rantai’ dari satu supplier ke yang lain, lalu ke pabrik untuk diolah, sampai pihak yang akan mengedarkan produk tersebut ke khayalak umum.

Tanpa SCM ini, rantai yang ada akan berjalan begitu saja tanpa pertimbangan yang nantinya justru akan merugikan perusahaan.

Supply chain management meliputi perencanaan, pengawasan, dan eksekusi di masing-masing tahapan.

Dengan mengelola semua hal itu, eksekusi secara keseluruhan akan menjadi lebih efektif dan ekonomis.

Perusahaan juga jadi bisa mengetahui dan memastikan bahwa produk yang dibuat sampai ke tangan pelanggan di saat yang tepat.

Cara Kerja SCM?

Terdapat lima aspek dari supply chain yang akan dikelola, yaitu:

1. Perencanaan dan pembuatan strategi

Pada tahap perencanaan, perusahaan melakukan budgeting untuk menentukan biaya yang harus dikeluarkan selama produksi.

Tahap lainnya akan berputar mengelilingi angka yang ditentukan tersebut.

2. Sumber

Sumber, baik itu material maupun jasa, harus dipastikan sesuai dengan kebutuhan dan pengiriman dilakukan tepat waktu.

Jika terlambat sedikit saja, proses lainnya secara otomatis akan terhambat.

Untuk memastikan ini semua berjalan dengan lancar, Anda harus menjaga hubungan baik dengan supplier material yang nantinya akan diproses menjadi produk.

3. Manufaktur

Di tahap selanjutnya dalam supply chain management adalah memastikan bahwa proses manufaktur berjalan seefisien dan seproduktif mungkin.

Jangan sampai terlalu lama, karena hal itu akan menghambat pengiriman ke pelanggan. Akan tetapi, jangan terlalu cepat juga tapi barang yang dihasilkan tidak sesuai kualitasnya.

4. Pengiriman dan logistik

Supply chain manager juga harus benar-benar mengawasi pengiriman dan logistik. Dari awal, ia bertanggung jawab untuk memilih partner logistik yang dapat diandalkan.

Secepat apa pun tahap lain dijalankan, kalau logistik bermasalah tentu akan menghambat proses secara keseluruhan.

Aspek ini juga mencakup penyimpanan inventaris. Bagaimana kalau gudang yang dimiliki terlalu sedikit, atau bahkan terlalu banyak?

Hal ini yang perlu dipikirkan, jangan sampai ada satu hal yang berlebih dan memakan banyak biaya, padahal biaya tersebut bisa dialokasikan ke aspek lain yang mungkin lebih krusial bagi perkembangan bisnis.

5. Retur (khusus untuk produk bermasalah)

Seperti yang sudah disebutkan di awal, tujuan utama SCM adalah meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi.

Kalau sampai banyak pelanggan yang melakukan retur karena ada permasalahan dari produk, tandanya harus ada perencanaan ulang atau setidaknya pergantian strategi.

Jika dibiarkan, hal ini akan sangat merugikan baik dari segi kepuasan konsumen maupun biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus pengembalian dan penukaran produk.

Lalu, apakah ada cara untuk menghindarinya? Tentu saja ada, yaitu benar-benar merencanakan dan mengawasi setiap tahapan dengan saksama.

Dengan begitu, produk bisa sampai di tangan pelanggan dengan aman, dengan kualitas terbaik, di saat mereka membutuhkannya.

Manfaat dan Contoh Supply Chain Management

Manfaat utama dari supply chain management adalah efisiensi dalam produksi, meningkatkan profit, mengurangi biaya tidak penting, dan menjaga hubungan profesional dengan baik.

Tak hanya itu, perusahaan yang menggunakan SCM juga bisa mengetahui kejelasan demand pelanggan, sehingga inventaris dapat diatur menyesuaikan permintaan tersebut.

Dengan strategi yang tepat, operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik.

SCM tak hanya bermanfaat bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga pada pelanggan.

Pasalnya, dengan pengelolaan yang baik, kualitas customer service tentunya juga akan meningkat.

Bayangkan saja kalau memang semua tahap dan fase dijalankan secara efisien dan tepat waktu.  Perusahaan jadi bisa menyediakan produk yang diinginkan oleh pelanggan di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat juga.

Pelanggan akan merasa puas, apalagi jika kualitas barang yang diproduksi sesuai dengan ekspektasi target pasar.

Nah, kepuasan pelanggan tersebut jika dipertahankan terus-menerus akhirnya dapat meningkatkan customer loyalty.

Pada akhirnya, pengelolaan ini akan menguntungkan semua pihak.

Banyak orang yang mungkin tidak menyadari bahwa kita sebenarnya sudah sering melihat praktik supply chain management dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika pergi ke supermarket, minimarket, atau bahkan warung, ada beberapa produk yang sudah pasti tersedia, kan?  Air mineral, bahan dasar makanan, atau bahkan obat-obatan generik.

Tanpa supply chain management yang baik, produk tersebut mungkin terlambat masuk atau bahkan kuantitasnya kurang.

Padahal, masyarakat membutuhkannya untuk kehidupan sehari-hari.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa supply chain management benar-benar mempermudah proses produksi dan bermanfaat bagi pelanggan yang memiliki demand terhadap produk tersebut.

Itu dia penjelasan mengenai apa itu supply chain management (SCM), cara kerjanya, dan manfaat serta kelebihan menjalankannya.

Intinya, supply chain management adalah upaya yang perlu dilakukan jika ingin menjalankan bisnis seefektif mungkin.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang SCM? Dapatkan konsultasi GRATIS bersama agen kami untuk penerapan efektifitas kinerja manufaktur bersama LEAPFACTOR!

 

Article that you be interest

Mengenal Lebih Jauh Arti Revolusi In ...

21 Oct 2022

99

Bagi sebagian orangistilah Revolusi Industri ...

Read More
Peran Penting Revolusi Industri 4.0 ...

21 Oct 2022

99

Kita sudah memasuki di era Revolusi Industri ...

Read More
Mengapa OEE (Overall Equipment Effec ...

21 Oct 2022

99

Steve Jobs mengatakan “If you can define t ...

Read More
Kaizen: Pengertian, Manfaat dan Pene ...

21 Oct 2022

99

Apa Itu Kaizen? Istilah kaizen  ...

Read More
4 Tren Teknologi di Industri Manufak ...

21 Oct 2022

99

Berikut ini adalah 4 Tren Teknologi yang dip ...

Read More
Transformasi Digital – Untuk Indus ...

21 Oct 2022

99

Transformasi digital adalah sebuah proses ata ...

Read More